Dalam rangka mendukung dan mengoptimalkan pengembangan budidaya perikanan di Banyumas, Pemkab telah menetapkan kebijakan pembangunan perikanan dengan konsep Minapolitan. Sehubungan dengan hal tersebut, pada tahun 2009 ini Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas telah melakukan serangkaian kegiatan diantaranya sosialiasi, pembekalan teknis dan temu lapang. Rangkaian kegiatan tersebut akan diakhiri dengan diselenggarakannya Temu Usaha, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Nopember 2009 di Balai Benih Ikan (BBI) Mina Wisata Desa Pandak Kecamatan Baturaden. Peserta temu usaha adalah para Pembudidaya Ikan, Kelompok Wanita Tani (pengolah ikan) dan pedagang ikan.
Tujuan kegiatan ini antara lain: menjembatani peserta dalam memasarkan produknya; menambah pengetahuna peserta tentang mekanisme pemasaran; menjembatani kemitraan usaha serta memfaslitas kelompok budidaya ikan (pokdakan) terhadap pemenuhan kebutuhan sarana produksi ikan (saprokan) dan permodalah usaha. Materi yang akan dibahas dalam temu usaha ini diantaranya peluang pasar produk ikan, baik ikan segar maupun ikan olahan dengan nara sumber pengusaha/mitra usaha dan UPP/koperasi.
Kepala Dinnakkan Kabupaten Banyumas, Ir. Hj. Hudi Utami, MM mengharapkan, “Nantinya pengetahuan peserta tentang kiat-kiat dan peluang pemasaran ikan akan bertambah dan dapat terjadi kesepakatan dagang atau transaksi antara nara sumber dengan peserta.”
Konsep Minapolitan di Banyumas dipopulerkan dengan pencitraan ‘KEBANG CIRAWAS’ yang merupakan perpaduan dari nama Kecamatan Kedungbanteng, Kembaran, Kemrajen, Baturaden, Sumbang, Ajibarang, Cilongok, Sokaraja, Karanglewas dan Sumpiuh sebagai kawasan Minapolitan.
Kawasan Minapolitan di Kabupaten Banyumas mengandalkan produk unggulan yaitu ikan gurame yang sudah sejak lama menjadi keunggulan perikanan Banyumas.
Data teknis terkait Kawasan Minapolitan ‘KEBANG CIRAWAS’ adalah sebagai berikut: kawasan Mina Padi seluas 144,30 hektar dengan produksi 123.648 kg, kolam Pembesaran seluas 253,35 hektar dan produksi 2.069.599 kg sedangkan area Pembenihan total seluas 34,40 hektar dan menghasilkan 96.468.162 ekor benih ikan. ( sumber :www.Banyumaskab.go.id )






















